Secara kualitas, bahan di luar banyak yang bilang lebih jelek daripada 3DS biasa, tapi menurut g gak kalah bagus sama 3ds biasa, kaya aluminium gitu, dan warnanya metalik (padahal justru g harapin warna biasa seperti yang g liat di foto2, sepertinya masalah pencahayaan fotonya aja, tapi ya ok lah). Untuk sekarang cuma ada warna merah dan biru.
bahan dalaman 3DS XL ini yang memang terasa lebih murahan dibanding 3DS biasa, mungkin supaya harganya gk melonjak terlalu mahal (padahal tetep aja mahal, seharga vita loh).. sangat terlihat terutama dari slide 3d, dan tombol select, start, home.
Selain kualitas, sebenarnya slide 3d jadi lebih enak karena bisa di off-in beneran (jadi bisa di-cetek gt, gk kaya di 3ds biasa yang slide 3d nya cuma bisa di slide ke paling bawah tanpa cetek, sehingga kadang2 suka ke slide naek lagi, kalau lagi mau off 3d). Tetapi untuk tombol select, start, home walaupun dibuat lebih besar sehingga gampang dipencet, tetapi malah menjadi tidak enak, karena tidak terasa mencetnya.. kurang feeling clicknya, bener2 terasa murahan.
Baterai lebih tahan lama, masih g test, tetapi kemarin main 3 jam baru turun 1/3 baterenya (settingan brightness 3, safe mode on, sound 60%, dan maen kh3d 1 jam, sisanya dsiware, wifi off). Perkiraan g mestinya bisa rata2 sekitar 6-7 jam, atau mgkn 9 jam jika wifi off terus, tapi ya belum ditest sih baru dapet sehari wkwkwk.
Untuk sound-nya lebih kecil daripada 3ds. mungkin sekitar 60% doang max-nya dibandingkan 3ds biasa. Mungkin nintendo gk ngegedein speakernya padahal built 3ds xl lebih besar sehingga suara jadi lebih kecil ?
Layar... Nah.. ini feature utama nya 3ds XL. Buat apa kita upgrade ke 3ds XL kalau bukan karena layarnya yang besar ? Layarnya kira2 jadi 1.5-2x lipat dibanding layar 3ds biasa. Bener2 enak diliat. Maen KH3D akhirnya g bisa liat bentuk monsternya, dan gaya char kita waktu combo dengan jelas. Waktu di 3ds biasa gk terlalu jelas, apalagi pas combo char kita muter2, ya taunya kena2 aja ke monsternya. Kalau ini keliatan jelas banget gerakannya. MANTAP.
Dan tentunya maen game nds juga terasa lebih besar dan lebih puas.
Kata orang2 gambarnya jadi lebih jelek. Memang kalau dibandingkan langsung, gambarnya terasa lebih jaggies dan kurang tajam warnanya dibandingkan 3ds biasa. Tetapi kalau tidak ada pembandingnya buat g sih gk ada masalah sama sekali. Tetapi ini tentunya tergantung pribadi masing2. Ada yang ribut karena gambarnya terlihat jelek banget dibanding 3ds biasa, sedangkan g gk terlalu mementingkan graphic.
Untuk ngeliat 3d-nya sendiri perlu jarak pandang yang berbeda dengan 3ds biasa tentunya karena layar yang lebih besar, dan karena g bukan fans 3d (bagi g 3d itu cuma fitur tambahan gak penting buat iseng2 doang, walaupun benernya ini fitur utama 3ds seperti namanya), jadi gk terlalu masalah buat g, keliatannya sama2 aja.
Untuk beratnya memang terasa lebih berat dibanding 3ds biasa, tetapi g maen 3 jam non stop kemarin sih ok2 aja. Mungkin kira2 beratnya mirip dengan NDSI XL.
Oh ya, masalah imprint sudah teratasi disini (AKHIRNYA) karena sudah ditambahkan 2 jendolan kecil di atas layar supaya tidak terlalu tertekan ketika nutup layar.
Di beberapa seller, 3ds xl dijual tanpa charger (jadi siap2 keluarin duit tambahan, tetapi sekarang sih kayanya semua dah dijual dengan charger, cuma 3ds LL versi jepang yang tetep gk dapet), dan juga dapet memory 4 GB dibandingkan memory 2 GB kalau di 3ds biasa. Tetapi sayangnya accessories untuk 3ds xl belum sebanyak 3ds biasa, terutama belum ada circle pad pro (untuk analog kedua) yang dibutuhkan untuk maen game shooter (walaupun sampai sekarang di 3ds belum ada game yang benar2 membutuhkan analog kedua, tetapi ada beberapa game yang bisa dimainkan dengan analog kedua untuk supaya lebih enak seperti MGS 3D dan RE Revelation), dan untuk accessories yang sudah ada seperti anti gores harganya lebih mahal
Selain itu, sepertinya semua fungsinya sama dengan 3ds biasa.
Jadi, jika suka dengan layar besar, belilah 3ds xl, cuma siap2 aja dompetnya karena harganya cukup mahal sebanding dengan PS Vita.
Tetapi jika tidak peduli dengan layar besar, sangat tidak recommended mengambil 3ds xl, karena 3ds biasa jauh lebih murah, lebih terlihat mahal bahannya, lebih ringan, warna terasa lebih terang, dan pixel lebih rapat.
Summary
========
Kelebihan :
- Layar Besar, sehingga main lebih puas
- Memory card yang didapat lebih besar 4 GB
- Masalah imprint selesai
- Baterai lebih tahan lama
Kekurangan :
- Lebih mahal (sebanding dengan vita)
- Lebih berat (untuk sebagian orang mgkn jadi cepet cape), dan jadi lebih susah dibawa2 untuk streetpass
- Kualitas bahan di dalam (ketika dibuka untuk main game), terasa lebih murahan
- Tombol start, select, home jelek banget, gak terasa mencet
- Sound lebih kecil dibanding 3ds biasa (sekitar 60%)
- Accessories masih belum banyak dan lebih mahal
Thursday, September 6, 2012
Wednesday, August 29, 2012
Cara Mengakali Lock Memory Card PSVita
Untuk update terakhir PSVita sudah mengunci memory card agar lock per ID PSN.
Jadi trick yang biasa dipakai untuk bulak balik ID beda region sudah tidak bisa berlaku lagi di PS Vita.
Lalu bagaimana solusinya ? Apakah kita harus stay di 1 region saja ? Dari cara yang dilakukan Sony ini sepertinya sih memang diharapkan demikian.
Tetapi untuk anda yang tetap ingin menggunakan 2 region (tentunya untuk mengikuti game2 yang berbeda2 region agar tetap bisa download dlc, ataupun sebab lainnya), ada cara yang bisa dilakukan
1. Cara paling mudah : beli PS Vita baru (jadi punya 2 PS Vita dengan ID PSN yang berbeda region masing2). Beres, gak usah pusing, dan gak takut jika ada update2an lainnya dari Sony
2. Cara yang sedikit lebih ribet tapi jauh lebih murah : beli memory card baru. Karena yang di lock memory card, ya beli saja memory card baru. Jadi 1 memory card diperuntukkan untuk 1 ID PSN, dan memory card lainnya untuk ID PSN lainnya juga.
Bagaimana caranya ? mudah saja, jadi seperti sebelumnya, jika ingin ganti region (atau ke ID PSN satu lagi) :
- tinggal restore PSVita dari setting, INGAT!!! pilih jangan format memory card.
- Lalu setelah mengikuti proses awal inisialisasi (dan juga sudah sign in ke ID PSN yang baru), anda akan kembali ke live area psvita (seharusnya memory anda tidak terbaca karena sudah dilock ke ID PSN sebelumnya)
- Turn Off PSVita (tekan tombol power yang lama dan pilih turn off, bukan standby ya)
- Ganti d memory card nya ke memory card 1 lagi yang diperuntukkan untuk ID PSN yang sekarang
- nyalakan lagi PSVita-nya (tekan tombol power yang lama hingga nyala), tunggu proses rebuild database sebentar, BERES!!! psvita anda sudah berubah ID PSN dan region dan bisa menggunakan memory card satu lagi
- Jika ingin kembali ke ID 1 lagi, tentunya tinggal jalankan ulang step dari atas hingga selesai
Cara ini lebih murah daripada cara 1 walaupun tetap perlu modal untuk beli memory card 1 lagi, dan resiko jika kecepetan pencet format memory card sewaktu restore PSVita. Hingga saat ini sih belum terpikirkan bahwa Sony akan ada update-an yang bisa membuat cara ini tidak bisa dipakai lagi, jadi seharusnya cukup aman.
3. Cara yang lebih ribet lagi, tapi tidak perlu mengeluarkan duit tambahan untuk membeli PSVita ataupun Memory card baru.
- Ketika mau pindah ke akun lain, colok dulu ke PC (CMA),
- pilih PSVita -> PC, application, pilih2 yg mau di copy ke PC (ini copy otomatis game file beserta save datanya).
- Selesai copy, tinggal restore vitanya, format memory nya.
- Tentunya setelah restore, mesti colok lagi ke PC (CMA), dan restore backup-an vita untuk ID yang satu lagi.
- Jika ingin kembali ke ID 1 lagi, tentunya tinggal jalankan ulang step dari atas hingga selesai
Cara ini adalah yang paling murah tetapi sangat menyusahkan karena perlu membackup dan restore data ke PC. Selain itu prosesnya juga lumayan lama tergantung banyaknya data (apalagi kalau mau save demo2 yang ada yang sizenya besar2). Hingga saat ini sih belum terpikirkan bahwa Sony akan ada update-an yang bisa membuat cara ini tidak bisa dipakai lagi, jadi seharusnya cukup aman.
Selamat mencoba :)
Thursday, August 23, 2012
Review Ragnarok Odyssey PS Vita
Bosan menunggu
Monster Hunter baru di PS Vita maupun 3DS yang tidak kunjung keluar ? Ragnarok
Odyssey jawabannya.
Replayability (9/10)
Mengapa Ragnarok
Odyssey bisa membantu menggantikan Monster Hunter sementara ? Mari baca
reviewnya.
Story (8/10)
==========
Story Ragnarok Odyssey berasal dari percakapan dengan character2nya seperti layaknya mmorpg dan monster hunter, lumayan bagus sebagai penyambung tiap mission dan terkadang ada lelucon2 yang membuat suasana tidak terlalu serius dan menyegarkan. Tentunya
story-nya tidak sebagus seperti final fantasy, tetapi untuk game dengan system
seperti Monster Hunter, story-nya sangat membantu sehingga kita punya tujuan
selama memainkan quest-quest yang ada dari awal hingga akhir dan tidak cepat
bosan.
Grafik (8.5/10)
============
Grafiknya anime dan
sangat bagus. Setiap variasi senjata dan baju langsung terlihat di character
dengan baik. Banyak clothes dan headgear
serta custom char untuk memuaskan player yang senang mendandani char-nya.
Sound (8/10)
===========
Music dan sound
effect yang cukup mendukung petualangan kita di Ragnarok Odyssey
Gameplay(9.5/10)
===============
Ragnarok Odyssey
mengambil gameplay yang meniru dan menggabungkan bermacam-macam game dengan
hasil yang cukup memuaskan.
Apa saja itu ?
- Tentunya dunia-nya dengan monster-monsternya terasa setting dari Ragnarok Online, begitu juga dengan sistem menggunakan card dari monster. Jadi untuk anda yang merindukan mmorpg Ragnarok Online, anda akan merasakan feel itu kembali disini
- Untuk sistem gameplaynya sendiri sekarang berubah menjadi mengikuti Monster Hunter. Ya, inilah mengapa saya katakan Ragnarok Odyssey bisa menggantikan bagi anda yang bosan menunggu Monster Hunter. Sistem quest per mission, tidak adanya level (hanya ada rank yang meningkat otomatis per chapter) sehingga skill yang diperlukan, 3 life per quest, dan lainnya. Anda akan menemukan banyak sekali kemiripan dengan sistem Monster Hunter di game ini
- Tetapi untuk battle-nya sendiri, Ragnarok Odyssey lebih cepat pace-nya dibandingkan dengan Monster Hunter, dan lebih mirip ke Dynasty Warrior Next.
Ada
6 job dengan kemampuan yang berbeda-beda, Sword Master yang menggunakan dual
hand sword yang panjang, Assassin yang cepat, Mage dengan magic-nya, Hunter
yang menggunakan arrow, Hammersmith yang terkuat dan menggunakan hammer drill, serta cleric sang tankhealer.
Monster
banyak dan memuaskan untuk di hack and slash, setiap job mempunyai combo yang
agak berbeda (walaupun cara eksekusinya sama), dan bahkan untuk mage dan hunter
untuk mengeluarkan jurus-jurus jarak jauhnya memerlukan combo melee dulu di
awalnya, sedangkan untuk skill heal bagi cleric harus charging menekan tombol
O.
Selain
itu ada juga Dainslef Mode yang mirip dengan Musou dengan sistem yang sedikit
berbeda.
Singkatnya, Ragnarok
Odyssey merupakan suatu game dengan sistem yang menggabungkan game ragnarok
online dengan monster hunter dengan battle pace yang lebih cepat seperti
dynasty warrior next, dan dengan hasil yang memuaskan.
Replayability (9/10)
=================
Sama seperti monster
hunter, replayability juga tinggi, selain main story yang bisa dimainkan solo
dan multi, banyak side quest yang lebih sulit yang bisa dimainkan, adanya
multiplayer online dan adhoc system hingga 4 player, mengumpulkan card yang sangat banyak, upgrade
weapon dan clothes, membeli sekian banyak clothes dan headgear, dan juga bisa
custom char lainnya yang sangat banyak yang bisa dilakukan.
Overall (9/10)
============
Overall experience
sangat memuaskan dan cukup addicted. Bagi anda yang menyukai Monster Hunter,
game ini sangat layak untuk menghibur anda selama menunggu Monster Hunter
bahasa inggris keluar di handheld next gen. Apakah lebih bagus daripada Monster
Hunter ? Hal ini tentunya kembali kepada pribadi masing-masing.
Tetapi tanpa
membandingkannya dengan Monster Hunter pun game ini sangat bagus dan pantas
untuk nilai uang yang anda keluarkan untuk membelinya.
Wednesday, August 15, 2012
Vita 2nd Game Fact
1. Jangan takut beli game 2nd gak bisa dapet trophy. Cukup masukkan gamenya, setelah installation, hapus saja game di wallpaper (tekan yang lama shortcut game di wallpaper untuk masuk ke edit mode, lalu tekan sekali lagi shortcut gamenya, dan pilih delete), setelah itu keluarin game cartridgenya, dan masukkan lagi, setelah installation data ulang, maka game tersebut siap dimainkan dan anda bisa dapet trophy seperti game baru layaknya..
(pengecualian : dokuro)
2.
a. Jika setelah menjual game tertentu, anda merasa ingin memainkannya lagi, maka tinggal beli saja game dengan judul yang sama dan dengan region yang sama, maka anda bisa melanjutkan save dan trophy anda seperti game tersebut tidak pernah dijual (INGAT !!! TIDAK PERLU DAN JANGAN MELAKUKAN RITUAL NOMOR 1 karena berarti akan menghapus save game yang sudah ada)
(pengecualian : game2 yang save di cartridge seperti P4P, Time travellers)
b. Bahkan jika game cartridge yang anda beli lagi itu adalah game cartridge yang SAMA PERSIS dengan punya anda sebelumnya dan game cartridge tersebut sudah dihapus save-nya di vita lain (dilakukan ritual nomor 1 tetapi di vita lain), jika cartridge tersebut dimasukkan lagi ke vita anda dan tanpa melakukan ritual nomor 1 di vita anda, maka save game dan trophy tetap bisa dilanjutkan seperti biasa
Monday, August 13, 2012
Mortal Kombat 7 vs Ultimate Marvel Vs Capcom 3 vs Blazblue
Sebelum keluarnya
Street Fighter x Tekken dan Playstation All Star Battle, Fighting games yang
bersinar di PS Vita adalah ketiga judul diatas : Mortal Kombat 7 (MK7),
Ultimate Marvel Vs Capcom 3 (UMVC3) dan Blazblue (BB).
Yang mana yang harus
anda pilih ? Apa kelebihan dan kekurangan masing2 ?
Story
=====
MK7 : 8
UMVC3 : 2
BB : 6.5
Untuk story UMVC3
boleh dibilang tidak ada, hanya cuplikan2 kata2 sebelum battle dan setelah
menang (dan sedikit tambahan dari heroes and herald mode).
Untuk BB ada story
dan lumayan panjang, tetapi agak banyak terpotong sehingga agak susah
dimengerti, dan agak membosankan
Sedangkan untuk MK7
sendiri, storynya cukup mantap dan panjang. Dan battle di antara story terasa
mengalir, sehingga seperti menonton sebuah film, dimana ketika battle kita yang
mainkan, lalu setelah battle, story akan langsung berjalan lagi sehingga battle
yang kita mainkan terasa sebagai bagian dari story tersebut, berbeda dengan BB
dimana terasa battle dan story merupakan bagian yang terpisah.
Graphics
========
MK7 : 8
UMVC3 : 9
BB : 8.5
Graphics terbaik dan
paling flashy adalah milik UMVC3, draw char terasa smooth, dan background
fighting serta flashy screen ketika melakukan ultimate moves terasa bagus dan
keren.
Untuk BB juga
graphics nya bagus tetapi mungkin untuk ultimate moves-nya terasa kurang
flashy.
Sedangkan untuk MK7
memang menekankan pada suasana yang lebih dark (gelap dan darah)
Sound
======
MK7 : 7.5
UMVC3 : 7.5
BB : 7.5
Sound effect dirasa
cukup mantap dan music tidak membosankan, tetapi tidak ada yang special untuk
ketiganya.
Gameplay
=========
MK7 : 8
UMVC3 : 9
BB : 8.5
Untuk gameplay
sendiri sebagai sebuah fighting games, memang engine UMVC3 terasa adalah yang
terbaik. Gerakan smooth, combo mantap, dan ultimate moves paling flashy
(sehingga terasa benar2 ultimate moves), belum lagi UMVC3 memakai team 3 orang,
sehingga battle terasa lebih kaya variasi.
Sayangnya mode
permainan yang ada untuk UMVC3 tidak terlalu banyak, intinya semuanya adalah
training, mission (lebih untuk mengasah kemampuan mengeluarkan jurus/combo) dan
versus. Untungnya ada Heroes and Herald mode sebagai free dlc yang bisa
langsung didownload dan dimainkan, memberikan tambahan variasi untuk
mengumpulkan kartu2 yang bisa memberikan efek2 tambahan untuk merasakan battle
yang lebih bervariasi, dan juga ada sekumpulan kota yang harus diselamatkan
atau dihancurkan (sebagai heroes atau herald) yang sedikit memberikan tambahan
story.
Untuk BB, gameplay
juga cukup bagus dan mendalam, banyak teknik dan jurus yang bisa dilakukan,
tetapi teknik2 ini memang kurang flashy, sehingga kurang terasa efeknya. Tetapi
kedalaman teknik dan jurus yang bisa dilakukan tidak kalah dan mungkin malah lebih
daripada UMVC3.
Untuk variasi mode
permainan cukup lumayan, dari story yang panjang, mission, training, dan
tentunya versus.
Untuk MK7, sayangnya
memang engine-nya paling tertinggal dibanding yang lain. Gerakan-nya masih
terasa agak kaku (seperti layaknya engine MK sedari dulu), dan combo dan
jurus-nya tidak terlalu banyak. MK7 masih tetap mengunggulkan fatality sebagai
fitur utamanya yang memang memberikan kepuasan lebih ketika menang dan dapat
mengeluarkan fatality untuk menghabisi musuh.
Untuk variasi mode
permainan, MK7 adalah yang paling banyak. Selain story, dan training seperti
yang lainnya, ada juga beberapa mini
game untuk dimainkan (salah satunya adalah game seperti fruit ninja di
android/ios).
Replayability
============
MK7 : 8
UMVC3 : 8
BB : 8
Tentunya untuk
replayability adalah kira2 sama untuk semuanya. Selama anda suka, banyak jurus
dan teknik yang bisa diperdalam untuk masing2 game. Dan local versus dan online
battle juga bisa dilakukan untuk ketiganya.
Overall
=======
MK7 : 8
UMVC3 : 8
BB : 8
MK7 dengan storynya
yang bagus dan panjang, serta kemampuan fatality memberikan kepuasan yang
mantap untuk dimainkan hingga story selesai. Sayangnya setelah story selesai,
MK7 agak kehilangan sinarnya, walaupun kemampuan fatality cukup membantu untuk
menahan memainkannya cukup lama.
Engine fighting
UMVC3 tetap terasa adalah yang terbaik, sayangnya kekurangan di variasi mode
dan story membuat UMVC3 tidak mampu mengungguli saingan2nya
BB mempunyai engine
fighting yang baik dan teknik2 yang cukup dalam untuk dikuasai, tetapi
kekurangan flashy moves mungkin membuatnya tidak semenarik UMVC3 dan story yang
ada walaupun panjang, tetapi tidak semenarik MK7.
Recommended
=============
- Untuk yang mementingkan story dengan gameplay fighting yang cukup lumayan : MK7
- Untuk yang menginginkan gameplay fighting yang cukup dalam dengan story untuk pengikatnya : BB
- Untuk yang menginginkan gameplay fighting yang flashy dan tidak mementingkan story : UMVC3
Thursday, July 26, 2012
Review Heroes Of Ruin (3DS)
Heroes Of Ruin (3DS)
==================
Story (8/10)
==========
Untuk game dungeon
explorer, story Heroes of Ruin (sejak saat ini akan ditulis HOR saja) terbilang
bagus dan cukup panjang. Dimulai dari pembukaan klasik ala rpg, dan story yang
sepertinya mudah terbaca, tetapi rupanya banyak twist yang lumayan bagus di akhir.
Graphics (7.5/10)
===============
Untuk game yang di
3DS, graphic HOR terbilang biasa saja. Lumayan bagus tapi tidak spektakular.
Variasi armor, weapon, monster yang ada sangat banyak meramaikan dunia HOR.
Setiap perubahan armor/weapon untuk char kita langsung terlihat perbedaannya di
layar terutama di equipment menu (kalau di gameplay agak susah terlihat karena
char agak kecil tapi terutama terlihat di perubahan senjatanya).
Untuk game ini wajib
dimainkan menggunakan fitur 3D dari 3DS, karena sangat terlihat perbedaannya.
Tanpa 3D, gambar dan warnanya terlihat agak suram, tapi begitu dinyalakan
3D-nya, warna terlihat lebih terang, dan gambarnya jg terlihat lebih bagus.
Sound (7.5/10)
=============
Seperti biasa, music
untuk game dungeon explorer selalu diulang-ulang , tetapi musicnya tidak
membosankan. Sound effect juga bagus,
suara tembakan, tebasan pedang, dan lainnya cukup mendukung, walaupun terkadang
ada glitch, yang menyebabkan sound effect menjadi kecil sebentar (biasanya
setelah keluar masuk menu), atau juga terkadang ada static noise (biasanya jika
banyak musuh dan jika menggunakan gunslinger dengan skill bullet barrage),
tetapi hal ini tidak terlalu mengganggu.
Gameplay(9/10)
==============
Untuk genre dungeon
explorer, gameplaynya bagus, mengalir,
dan semua shortcut enak digunakan. Dengan tombol kiri dan kanan untuk memakai
potion health dan mana, dan 1 tombol untuk menyerang, serta 3 tombol shortcut untuk
menggunakan skill khusus masing-masing class.
Ada 4 class yang
dapat dipilih dari vindicator (tank class), gunslinger (menggunakan gun),
savage (tipe attacker), dan alchitect (tipe mage). Setiap class mempunyai 15
skill yang unik dan gaya permainan yang berbeda. Dan untuk merasakan semua
class, diberikan 4 saved slot yang bisa digunakan agar kita bisa memakai setiap
slot untuk masing-masing class.
Ada 3 macam tipe
permainan yang dapat dipilih, yaitu solo, local multiplayer dan online (yang
terbagi lagi menjadi online dengan friend saja atau online global).
Solo game terasa
solid dan menyenangkan untuk menikmati story dan bermain pelan-pelan sendiri.
Jika anda membutuhkan bantuan ataupun untuk bermain bersama teman bisa bermain
local multiplayer ataupun online.
Online game
experience sangat bagus dan lancar tanpa lag, didukung dengan fitur voice chat
yang juga berfungsi dengan sangat baik, suara cukup bagus dan tidak mengganggu
permainan.
Monster dari minion
dan boss yang ada juga cukup bervariasi dari yang bisa memberikan racun, bisa
defend (yang butuh break attack), ataupun yang membutuhkan cara khusus untuk
mengalahkannya, dan bentuknya dari imp, gargoyle, golem hingga naga pun ada sehingga
memberikan rasa dan tantangan yang berbeda-beda dan bervariasi.
Equipment
(weapon/armor) yang terbagi menjadi 9 bagian (seperti belt, ring, boots, dan
lainnya) sangat banyak variasinya untuk dikumpulkan, dan juga ada jenis2nya
dari common, uncommon, rare, hingga legendary.
Side quest yang ada
juga sangat banyak sekitar 2-5 quest setiap 1 main quest sehingga banyak yang
bisa dilakukan selain main story.
Selain itu, ada juga
daily challenge yang diberikan sebanyak 3 buah setiap hari, dan 1 weekly
challenge setiap minggu. Challenge ini bervariasi seperti, bunuh 16 monster dalam 30 detik, bunuh 200 imp, naik
level 3 kali di coral tomb sebagai vindicator, membunuh 100 monster dengan 2
teman lainnya dan lainnya. Challenge-challenge ini membuat game cukup fresh
dengan memberikan kita tujuan lebih untuk bermain, dan dengan menyelesaikan
challenge2 tersebut kita akan mendapatkan valor (semacam currency khusus), yang
dapat kita gunakan untuk membeli equipment (weapon/armor) di merchant khusus
(yang tentunya memiliki equipment yang lebih baik dibandingkan merchant2
biasa). Daily dan weekly challenge ini di share untuk semua slot saved game
kita, jadi kita cukup menyelesaikan daily dan weekly challenge sekali saja
dengan salah satu class di slot yang kita inginkan.
Playtime cukup lama
sekitar 10-13 jam per char, sehingga jika kita ingin memainkan semua char,
dengan mudahnya playtime akan mencapai lebih dari 40 jam, belum lagi jika kita
sering bermain online mengikuti story orang ataupun ingin menyelesaikan semua
daily dan weekly challenge , playtime ini akan meningkat drastis.
Setelah semua yang
bagus di atas, HOR juga tidak sempurna dan banyak kekurangannya.
Tidak adanya random
dungeon, dan untuk online dungeon sama saja dengan solo dungeon. Jadi ketika
online kita hanya join story orang lain atau orang lain join story kita, dan
bersama2 menyelesaikan quest-quest yang ada (yang sama persis dengan solo
game), sehingga mungkin bisa menimbulkan kebosanan.
Selain itu level2
monster yang ada hanya mencapai level 23, dengan boss max level 25, sehingga
ketika kita sudah mencapai level tinggi, monster2 yang ada umumnya menjadi
tidak terlalu sulit (walaupun boss tetap memberikan tantangan).
Beberapa glitch yang
ada, seperti tidak bisa menyelesaikan quest karena item yang dicari tidak ada
di map (biasanya bisa diselesaikan dengan keluar dr game dan masuk lagi), dan
ada orang-orang yang gambar char-nya hilang setengah, dan ada yang katanya quest
solo-nya hilang dan tidak bisa dilanjutkan dan harus bermain online terus atau
harus membuat char baru.
Replayability(9/10)
=================
Jika anda menyukai
dungeon explorer dan mau mencoba semua char, replayability game ini sangat
bagus.
Dengan adanya limit
level 30 (yang terasa terlalu rendah untuk sebagian orang), menyebabkan bahwa
bahkan setelah max level, char kita tidak akan mempunyai semua skill dalam 1x
playthrough, sehingga mendorong kita untuk membuat char baru dan mencoba skill
baru. Belum lagi dengan adanya 4 char akan membuat kita bisa mengulang game ini
berkali-kali, daily challenge yang bisa diikuti setiap hari dan online play
dengan fitur voice chat untuk bermain bersama teman
Overall (8.5/10)
==============
HOR dengan semua
kelebihan dan kekurangannya adalah game dungeon explorer menyerupai diablo yang
terbaik untuk handheld saat ini. Sangat recommended terutama untuk yang
menyukai game dungeon explorer
Kelebihan :
- Story yang cukup bagus dan panjang
- Skill dan Item shortcut yang pas
- 4 Class yang berbeda dengan 15 skill unik untuk masing2 class
- Variasi equipment (weapon/armor) yang sangat banyak (di claim ada 80.000)
- Monster dan boss yang bervariasi
- Daily dan weekly challenge untuk diikuti
- Online yang bagus tanpa lag
- Fitur voice chat
Kekurangan :
- Level limit 30
- Level limit monster 23 dan boss 25 menyebabkan loot equip juga hanya level 23 dan 25
- Tidak ada random dungeon
- Tidak ada respawn bosses
- Setengah game pertama terlalu mudah dan agak sepi monster
- Tidak ada difficulty untuk yang menginginkan harder difficulty
- Banyaknya glitch yang ada terkadang mengganggu permainan
- Setelah tamat, tidak ada yang bisa dilakukan selain join game orang online atau membuat char baru
Saturday, July 14, 2012
Review Theatrhythm Final Fantasy 3DS
Theatrhythm Final
Fantasy
=======================
Story (6/10)
==========
Boleh dibilang tidak
ada story. Hanya ada sedikit cerita untuk basa basi, dan hanya ada cuplikan2
kecil story dari ff1-13 (tulisan pembuka di opening, kilasan2 di ems, dan
tulisan penutup di ending, yang mana untuk yang tidak main ff tidak akan
mengerti).
Story saya kasih 6
karena bagus untuk nostalgia saja.
Graphics (7/10)
=============
Art stylenya chibi,
walaupun untuk cuplikan movie ff 8-13 tentunya tidak menggunakan art style
chibi tetapi aslinya, tetapi itu hanya untuk latar belakangnya saja.
Nothing special
here, again hanya untuk nostalgia
Sound (7/10)
===========
Untuk yang tidak
main ff, biasa saja.
Untuk yang main ff,
sekali lagi, sangat sangat membangkitkan kenangan, jadi akan suka dan larut
dalam musiknya. Tetapi musiknya memang tidak didesign untuk rhythm game, jadi
menurut saya kurang cocok, dan contoh mudahnya seperti lagu eyes on me di ff8
agak sedikit berubah/di mix, menjadi kurang enak didengarnya dibanding versi
aslinya.
Berbeda dengan game2
rhythm seperti guitar hero atau rockband, yang mana musik yang dimainkan tetap
seenak versi aslinya.
Gameplay(7/10)
==============
Theatrhythm adalah
game rhythm yang berusaha menggabungkan elemen rpg kedalamnya.
Seperti umumnya game
rhythm, dengan dilatar belakangi musik2 dari game ff, akan ada saat2nya dimana
kita harus touch screen, atau drag stylus ke kiri, kanan, atas, bawah,
diagonal, ataupun tahan di touch screen untuk beberapa lama sesuai dengan
petunjuk notes yang diberikan.
Untuk unsur rpg-nya,
kita diberikan sekitar 11 char ff (yang sepertinya bisa ditambah), yang dimulai
dari level 1. Seiring permainan, char akan mendapatkan exp dan bisa level up
yang membuat, hp, power, agility, dan status lainnya meningkat. Selain itu tiap
char jg mempunyai ability yang bisa diset, dan bisa membawa item. Ability dan
item akan otomatis digunakan dalam permainan tanpa perlu kita suruh.
Game dibagi per ff
(final fantasy) series, dimana setiap ff, mempunyai 5 section :
- Opening (tulisan
berjalan dengan ringkasan cerita opening), disini ada crystal di tengah, dan
ada notes yang menuju ke crystal, dan kita cukup touch screen setiap notes
terkena di crystal untuk mendapatkan rhythmia
- FMS (Field Music
Stage), dimana char kita hanya berjalan saja dengan latar belakang biasa saja.
- EMS (Event Music
Stage), dimana sambil bermain, di latar belakang ada cuplikan2 event2 di game
ff dari series yang sedang kita mainkan
- BMS (Battle Music
Stage), dimana sambil bermain, char kita akan bertarung dengan berbagai monster
dari ff series yang kita pilih, dan terkadang bisa mengeluarkan summon yang
powerful
- Ending (tulisan
berjalan dengan ringkasan cerita ending), dan lainnya sama persis dengan
opening.
Tentunya dalam FMS,
EMS dan BMS, char kita mempunyai HP yang akan berkurang setiap kali kita miss
notes, dan akan game over ketika hp habis.
Selain itu ada juga
challenge mode (yang bertujuan agar kita perfect dalam 1 bagian), dan chaos
shrine yang lebih sulit. Tapi semua inti permainannya adalah sama.
Ok, jadi sejauh ini
terlihat bahwa content permainan TFF sepertinya sangat rumit dan sangat banyak.
Tetapi kenyataannya,
semuanya intinya adalah sama, berusaha untuk sebaik2nya mengikuti notes2 yang
ada seperti game2 rhythm pada umumnya. Elemen rpg yang dibawakan sayangnya
tidak terlalu berpengaruh ke dalam permainan (walaupun level, ability, dan item
terkadang membantu, tetapi elemen rpgnya tidak terasa).
Kekurangan elemen
RPG dari yang diatas :
- Cerita dalam opening dan ending sangat pendek sehingga tidak berguna bagi yang tidak main ff tersebut
- di FMS, latar belakang sama sekali tidak berguna
- Di EMS, latar belakang lumayan sebagai pengingat kenangan, tetapi sayangnya musik seringkali berakhir ketika kilasan cerita belum selesai, jadi terasa kilasan cerita itu hanya ditaruh begitu saja
- DI BMS, sama seperti EMS, monster2 yang bertarung dengan kita dirasakan hanya random dan hanya sebagai kilasan latar belakang saja, karena musik selalu berakhir dengan sisa monster yang belum mati. Harusnya jika memang mau memasukkan elemen rpg, biarkan musik berakhir ketika monster2 yang ada sudah mati semua, atau setelah menang melawan boss.
Jadi dari semua
penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa intinya game ini adalah game yang cukup
ambisius dengan menggabungkan rhythm game dengan elemen RPG dan bertemakan
final fantasy, suatu seri RPG yang sangat terkenal dan banyak fans-nya.
Sayangnya elemen RPG
kurang terasa, dan sebagai rhythm game, TFF masih jauh kalah dibandingkan game2
rhythm lainnya seperti ouendan, guitar hero, ataupun patapon.
Replayability(9/10)
=================
Ada begitu banyak
trophy yang bisa dicapai, dan ada banyak DLC yang bisa dibeli untuk menambahkan
content lagu yang ada.
Overall (7/10)
============
Game yang menarik
tapi kurang bagus dalam pelaksanaannya.
Recommended hanya
untuk fans FF dan rhythm game mania.
Subscribe to:
Posts (Atom)
